Tempat Tinggal di Jerman – Apa yang kamu bayangkan kalau hidup di negara maju seperti Jerman? Kalau ke Jerman untuk bekerja, pasti yang terbayang gaji besar dalam Euro.

Gaji rata-rata pekerja di Jerman saja sekitar 2200 Euro atau sudah di atas Rp 35 Juta. Tapi apakah gaji sebesar itu dijamin sejahtera? Apakah sudah cukup untuk memiliki tempat tinggal?

Kalau ukuran sejahtera bisa memenuhi kehidupan sehari dan hidup enak, mungkin iya. Tapi kalau ukurannya kepemilikan rumah atau tempat tinggal, bisa jadi orang Indonesia “lebih kaya”.

Karena sebagian besar tidak tinggal di rumah sendiri, tapi mengontrak atau sewa. Mahalnya harga properti di Jerman membuat orang Jerman kesulitan membelinya. Karena itu, mereka lebih suka menyewa rumah, apartemen, atau tinggal di rumah susun.

Dan ternyata, kondisi ini berpengaruh bagi mahasiswa lho. Biaya akomodasi menjadi bagian yang paling banyak menguras kantong.

Apalagi kalau kamu tinggal di Berlin, Munich, Cologne, Hamburg, atau Frankfurt am Main. Biaya sewa kamar di kota-kota besar lebih tinggi dibanding tempat lainnya.

Selain harus merogoh kocek cukup dalam untuk menyewa tempat tinggal, persaingan mendapat kamar kosong juga ketat.

Ini membuat mahasiswa cukup kesulitan mendapat kamar. Bahkan sudah biasa mahasiswa awal semester tidur di aula olahraga. Setelah beberapa hari mencari, barulah mereka mendapat kamar sewaan.

Pilihan Tempat Tinggal di Jerman

tempat tinggal di jerman

Lalu dimana kita akan tinggal? Tempat tinggal seperti apa yang tersedia dan berapa biaya sewanya? Pertanyaan ini biasa ditanyakan mahasiswa yang akan kuliah di Jerman. Nah kali ini kita akan bahas beberapa jenis tempat tinggal di Jerman untuk mahasiswa.

1.Wohngemeinschaft (flatshare)

Wohngemeinschaft atau WG menjadi jenis tempat tinggal paling banyak digunakan mahasiswa. Sekitar 30% mahasiswa asing tinggal di hunian jenis ini.

Baca Juga  Life Hacks Mahasiswa Jerman Yang Perlu Kamu Ketahui

Dan diantara jenis tempat tinggal di Jerman, WG paling mirip dengan kos-kosan di Indonesia. Para mahasiswa tinggal bersama di satu apartemen seperti satu keluarga.

WG terdiri dari apartemen yang terdiri dari 2 sampai 5 kamar. Jadi kamu bisa menyewa salah satu kamar tersebut. Setiap mahasiswa mendapatkan satu kamar, tapi harus berbagi kamar tamu, dapur dan kamar mandi. Konsep WG sendiri lebih mirip tempat tinggal bersama.

Mahasiswa juga bisa patungan untuk membayar tagihan bulanan seperti internet, listrik, dan telepon. Tergantung lokasi, rata-rata tiap mahasiswa membayar 280 Euro atau Rp 4,8 Juta untuk menyewa WG sebulan.

Keuntungan tinggal di WG, kamu bisa bersosialisasi dan saling mengenal budaya mahasiswa yang berasal dari berbagai negara. Jadi melatih kita untuk lebih toleran terhadap perbedaan.

Dan karena tujuan tinggal di WG untuk saling berkomunikasi, biasanya calon penghuni akan diinterview dulu. Ini untuk memastikan mereka bersedia bersosialisasi dengan penghuni lainnya.

Tapi ada kekurangannya juga lho, terutama kalau ada teman yang kurang menjaga kerbersihan atau perilakunya mengganggu. Ada baiknya diantara penghuni WG membuat peraturan untuk menjaga ketertiban dan kebersihan.

Untuk mencari lokasi dan tarif terbaik, kamu bisa bertanya di beberapa jaring sosial atau organisasi mahasiswa Indonesia di Jerman.

Kamu juga bisa mengecek langsung di beberapa situs web seperti www.wg-gesucht.de, www.wg-cast.de, maupun www.studenten-wg.de.

2.Flur

Flur sebenarnya hampir sama dengan Wohngemeinschaft. Hanya saja jumlah kamarnya lebih banyak. Biasanya flur memiliki 10 sampai 12 kamar.

Flur sendiri kalau diterjemahkan berarti koridor. Dan benar saja, karena bentuk flur sama dengan koridor. Dimana ada lorong panjang yang ada kamar-kamar di sisi kanan kirinya.

Satu kamar dihuni satu mahasiswa, sehingga privasi benar-benar terjaga. Biasanya setiap kamar tidak dilengkapi dengan kamar mandi dan dapur, sehingga kamu harus berbagi dengan yang lainnya.

Baca Juga  50 Universitas Terbaik di Jerman

Dan kamu tidak harus diinterview untuk masuk ke flur. Karena para penghuni memang tidak tinggal bersama. Mereka hanya menggunakan dapur dan kamar mandi bersama.

Adanya dapur bersama membuat kebersamaan mahasiswa tetap terjaga. Kamu tidak perlu khawatir kesepian, karena sering diadakan masak bersama atau acara bersama lainnya.

3.Studentenwohnheim

Studentenwohnheim atau asrama mahasiswa ada di hampir semua universitas negeri. Dan kalau ditanyakan ke mahasiswa, pasti mereka lebih memilih tinggal di Studentenwohnheim atau asrama mahasiswa.

Karena pilihan ini menjadi yang termurah dibanding hunian lainnya. Tarif per rata-rata per bulannya berkisar 220 Euro atau Rp 3,7 Juta. Bahkan ada juga yang mendapat tarif 150 Euro per bulan. Sangat murah untuk ukuran Jerman.

Selain murah, tinggal di asrama akan memperluas pergaulan dan melancarkan kemampuan bahasa Jerman. Tapi banyaknya penghuni membuat privasi sedikit terganggu. Belum lagi kalau ada mahasiswa yang suka party di malam hari.

Tapi mendapat asrama mahasiswa tidak selalu mudah lho. Karena permintaan yang sangat banyak, sedangkan jumlah kamar terbatas.

Asrama mahasiswa dikelola oleh Deutsches Studentenwerk atau organisasi layanan mahasiswa Jerman. Jadi kalau kamu ingin tinggal di asrama, sebaiknya menghubungi Deutsches Studentenwerk sesegera mungkin. Kalaupun masih penuh, setidaknya nama kamu masuk daftar tunggu.

tempat tinggal di jerman

4.Einzelapartment

Kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia, Einzelapartment artinya apartemen tunggal atau apartemen satu kamar.

Untuk kelas mahasiswa, tinggal di tempat ini sangat istimewa. Seperti halnya apartemen kelas studio, kamu akan mendapat kamar tidur lengkap dengan dapur dan kamar mandi.

Di sini kamu bisa melakukan aktivitas pribadi dengan bebas. Termasuk bebas menggunakan dapur dan kamar mandi tanpa harus menunggu orang lain.

Tapi tinggal di apartemen mengharuskan kamu membayar lebih mahal. Ada banyak pilihan apartemen, minimal kamu harus menyiapkan biaya sewa 400 Euro per bulan.

Baca Juga  Daftar Jurusan Kuliah di Jerman

Biasanya tinggal di apartemen dipilih oleh mahasiswa program Doktor yang datang ke Jerman dengan dukungan beasiswa. Karena mereka harus membawa keluarga dan juga agar bisa fokus menyelesaikan disertasinya.

Nah itu tadi informasi mengenai 4 macam tempat tinggal di Jerman. Semoga bermanfaat bagi kamu yang berencana kuliah di Jerman. Yang penting, segera bersiap-siap dan jangan menunda mencari tempat hunian.